Tiga Momentum Besar Menanti Perbasi Cilegon, KONI Minta Persiapan Dimulai Sekarang

KONI, CILEGON – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Kota Cilegon meminta Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Cilegon mulai mempersiapkan diri sejak sekarang untuk menghadapi tiga momentum besar olahraga yang akan datang.
Ketiga momentum tersebut yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2028, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2030 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 yang akan digelar di Provinsi Banten sebagai tuan rumah.
Hal itu disampaikan Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim saat menghadiri Musyawarah Kota Perbasi Kota Cilegon Tahun 2026 di Mangku Farm, Mancak, Kabupaten Serang, Minggu, 26 Juli 2026.
Menurutnya waktu dua tahun menuju POPDA 2028 bukanlah waktu yang panjang sehingga program pembinaan atlet harus mulai disusun dengan lebih terarah sejak sekarang. Ia berharap Perbasi Cilegon tidak hanya memikirkan target jangka pendek tetapi juga mulai menyiapkan atlet untuk jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Sekarang dua tahun menuju POPDA Kemudian 2030 kita ada PORPROV lagi Kita mulai persiapkan dari sekarang lagi 2032 kita sebagai tuan rumah PON 2032,” kata Ketua KONI Cilegon dalam sambutan.
Ia menilai pembinaan yang dilakukan Perbasi harus diarahkan untuk menjawab tiga momentum tersebut. Melalui persiapan yang berkelanjutan ia berharap akan lahir atlet bola basket Cilegon yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga bisa memperkuat kontingen Provinsi Banten pada PON 2032.
“Harapan kami dua tahun empat tahun ke depan dan 2032 di antara sekian atlet yang berlaga untuk Perbasi, masa tidak ada yang ditarik menjadi atlet PON atas nama Provinsi Banten,” ujarnya.
Ketua KONI Cilegon juga menyinggung hasil POPDA sebelumnya yang belum memberikan medali emas bagi Perbasi Cilegon. Namun ia meminta hasil tersebut tidak perlu terus diratapi dan justru dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan.
Menurutnya kesempatan menjadi tuan rumah pada POPDA sebelumnya sebenarnya merupakan sebuah momentum yang sangat baik bagi Cilegon untuk meraih prestasi maksimal. Apalagi saat itu Cilegon memiliki dukungan sebagai tuan rumah dan kekuatan tim yang disebutnya sebagai laskar basket.
Namun pada POPDA 2028 mendatang Cilegon tidak lagi berstatus sebagai tuan rumah, sehingga mental bertanding para atlet harus dipersiapkan lebih matang.
“Ketika 2028 bukan tuan rumah lagi kita sebagai pendatang lagi di situ Mentalitas pertarungannya harus dua kali lipat,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta Perbasi segera melakukan pembenahan dan menyusun program pembinaan yang lebih terukur. Menurutnya waktu dua tahun menuju POPDA 2028 harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar target prestasi tidak hanya menjadi harapan.
Ia juga mendorong Perbasi memanfaatkan pendekatan sports science dalam mempersiapkan atlet. Dengan data yang tepat kekuatan dan kelemahan lawan dapat dipetakan, sehingga strategi pembinaan maupun persiapan pertandingan bisa dilakukan secara lebih presisi.
“Mumpung masih ada waktu kita perbaiki,” katanya.
Selain berbicara soal target prestasi, Irfan turut memberikan apresiasi terhadap kepengurusan Perbasi Kota Cilegon yang telah menjalankan berbagai program pembinaan. Ia berharap program yang sudah berjalan baik dapat diteruskan, sementara hal-hal yang masih dianggap kurang dapat diperbaiki.
Ia mengibaratkan Perbasi sebagai sebuah rumah yang harus dirawat bersama. Menurutnya perbedaan karakter dan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar, sehingga diperlukan kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai perbedaan tersebut.
“Sesuatu hal yang baik silakan dilanjutkan, kemudian yang kira-kira kurang menurut teman teman nanti disempurnakan,” ujarnya. (HUMAS)

Scroll to Top