KONI, CILEGON – Gelar juara turnamen Co-op eFootball menjadi modal berharga bagi atlet Esports Indonesia (ESI) Kota Cilegon, Whempi Adji Setiyono dan Haerul Wibowo atau yang akrab disapa Mang Elul, untuk membidik prestasi tertinggi pada ajang Porprov Banten 2026.
Duet tersebut sukses keluar sebagai juara pertama dalam turnamen Co-op eFootball yang diikuti 18 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil itu sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka menghadapi persaingan di Porprov Banten yang akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota.
Setiyono menjelaskan, turnamen tersebut menggunakan sistem liga dengan satu pertandingan setiap hari sebelum memasuki babak penentuan hingga final. Seluruh pertandingan digelar secara daring (online) karena nomor Co-op menggunakan mode Dream Team yang memang lebih banyak dipertandingkan secara online.
“Pesertanya ada 18 tim. Sistemnya liga, lalu diambil yang terbaik sampai akhirnya masuk final. Kebanyakan Co-op memang dimainkan secara online karena menggunakan Dream Team,” kata Setiyono.
Pada partai final, Setiyono dan Mang Elul menghadapi pasangan asal Kalimantan Tengah yang juga berasal dari komunitas permainan yang sama. Meski demikian, keduanya mampu menunjukkan permainan yang lebih solid hingga berhasil mengamankan gelar juara.
Menurut Setiyono, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum mengikuti turnamen, ia bersama Mang Elul beberapa kali menjalani latihan bersama untuk membangun chemistry dan menyamakan pola permainan.
“Ini baru pertama kali kami ikut turnamen Co-op sebagai pasangan. Sebelumnya kami latihan beberapa kali untuk mencari chemistry. Sekarang gameplay sudah mulai ketemu dan tinggal menyempurnakan beberapa skema permainan,” ujarnya.
Dalam turnamen tersebut, Setiyono mengandalkan klub Barcelona yang menjadi salah satu klub berlisensi resmi di eFootball. Pemilihan klub itu dinilai sesuai dengan gaya permainan yang diterapkannya bersama Mang Elul.
Keberhasilan menjadi juara membuat keduanya semakin optimistis menghadapi Porprov Banten 2026. Meski demikian, Setiyono menegaskan dirinya bersama Mang Elul tidak ingin cepat puas dan akan terus meningkatkan kualitas permainan.
“Optimistis tentu ada. Targetnya ingin juara. Tapi kami tetap harus terus latihan agar permainan semakin matang,” katanya.
Meski belum ada agenda turnamen Co-op dalam waktu dekat, Setiyono mengaku tetap aktif mengikuti berbagai turnamen online kategori tunggal untuk menjaga performa. Bahkan belum lama ini dirinya juga kembali meraih gelar juara pada salah satu kompetisi online.
Setiyono juga mengapresiasi dukungan yang diberikan ESI Kota Cilegon selama proses pembinaan atlet. Menurutnya, berbagai fasilitas yang diberikan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
“Support dari ESI sangat terasa. Kami difasilitasi dan dibantu sesuai kebutuhan atlet. Itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua ESI Kota Cilegon, Malik Firdaus, mengatakan prestasi yang diraih atlet merupakan hasil dari pembinaan yang selama ini dijalankan. Salah satu fokus ESI adalah memperbanyak jam bertanding atlet melalui berbagai turnamen regional yang diikuti peserta dari Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Pekanbaru, hingga Malang.
“Kalau esports peningkatannya bukan pada fisik, tetapi lebih kepada skema pertandingan, skenario permainan, mencari feel, serta membangun kekompakan tim. Itu hanya bisa didapat melalui pertandingan, apalagi melawan lawan yang kuat,” ujar Malik.
Selain memberikan kesempatan bertanding, ESI Kota Cilegon juga memfasilitasi atlet melalui uang pembinaan bulanan, biaya pendaftaran kejuaraan, uang saku, konsumsi, hingga penyediaan perangkat latihan. Pada ajang Porprov Banten 2026, ESI Kota Cilegon menargetkan mampu meraih dua medali emas dari nomor Mobile Legends, Free Fire, dan eFootball. (HUMAS)




