KONI, CILEGON – KONI Kota Cilegon mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Tak ingin hanya menjadi penonton saat Banten menjadi tuan rumah bersama Lampung, KONI Cilegon menjadikan peningkatan kompetensi pelatih sebagai “senjata rahasia” dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.
Komitmen itu disampaikan Ketua KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, saat membuka Bimbingan Teknis Cilegon Juare bertema Peningkatan Kompetensi Pelatih, Sport Science dan Regulasi sebagai Pondasi Atlet Juara di Aula KONI Kota Cilegon, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Irfan, lima tahun ke depan merupakan periode penting bagi olahraga Banten. Setelah sukses menggelar POPDA XII Banten 2026, daerah ini akan menghadapi sejumlah agenda besar, mulai dari Porprov hingga PON 2032.
Karena itu, kata dia, pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada atlet. Pelatih juga harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu kepelatihan dan sport science.
“Kalau ingin atlet-atlet Cilegon tampil dan berprestasi di PON 2032, maka yang harus dipersiapkan mulai hari ini bukan hanya atletnya, tetapi juga pelatihnya,” ujar Irfan.
Ia menilai pelatih merupakan salah satu instrumen terpenting dalam pembinaan prestasi. Mulai dari menyusun program latihan, menerapkan metode latihan yang tepat, hingga melakukan evaluasi terhadap perkembangan atlet, seluruhnya bergantung pada kualitas pelatih.
Melalui bimbingan teknis tersebut, KONI Cilegon menghadirkan narasumber berpengalaman agar para pelatih memperoleh pembaruan ilmu mengenai kepelatihan modern, penerapan sport science, serta regulasi olahraga.
Dalam kesempatan itu, Irfan juga mengapresiasi capaian Kota Cilegon pada POPDA XII Banten 2026. Meski masih berada di peringkat keempat, jumlah medali emas yang diraih meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Namun, ia mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya mengoptimalkan cabang olahraga yang memiliki potensi besar, seperti pencak silat.
“Cilegon dikenal sebagai Tanah Jawara. Potensi pesilat kita sangat besar karena hampir di setiap lingkungan ada perguruan silat. Potensi ini harus mampu diterjemahkan menjadi prestasi,” katanya.
Untuk memperkuat pembinaan, KONI Cilegon akan mulai menyusun program jangka panjang pada 2027. Program tersebut diarahkan untuk menjaga atlet-atlet potensial tetap membela Kota Cilegon sekaligus mempersiapkan regenerasi menuju berbagai ajang olahraga, termasuk PON 2032.
Irfan juga mengajak seluruh pelatih mengesampingkan ego pribadi maupun kepentingan cabang olahraga masing-masing. Menurutnya, keberhasilan pembinaan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi.
“Kalau ada pelatih lain yang berhasil mencetak atlet terbaik, kita harus ikut bangga. Yang kita perjuangkan adalah prestasi Kota Cilegon,” tegasnya.
Ia menambahkan, KONI Banten saat ini tengah menyusun strategi menghadapi PON 2032 dengan mempelajari pola pembinaan olahraga di Jawa Barat yang mampu tiga kali berturut-turut menjadi juara umum PON.
Menutup sambutannya, Irfan berharap seluruh peserta mengikuti bimbingan teknis hingga selesai dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di cabang olahraga masing-masing.
“Dengan pelatih yang terus berkembang, saya yakin akan lahir atlet-atlet Cilegon yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” pungkasnya. (HUMAS)




