KONI, CILEGON – Rizki Khairul Ikhwan resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Cilegon periode 2026-2030. Mengemban amanah baru tersebut, Rizki membidik lahirnya atlet-atlet basket Cilegon yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga mampu menembus persaingan di level nasional.
Ketua DPRD Kota Cilegon itu menyampaikan target tersebut usai terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) Perbasi Kota Cilegon Tahun 2026 yang digelar di Mangku Farm, Mancak, Kabupaten Serang, Minggu (26/7/2026).
Rizki mengatakan, target melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional harus dibangun melalui sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Karena itu, Perbasi Kota Cilegon ke depan akan menyusun berbagai agenda kerja dan event yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem bola basket di daerah.
“Kita susun agenda kerja, kemudian event-event yang bisa memperkuat kualitas operasi di tingkat Kota Cilegon. Saya mempunyai komitmen bagaimana kita bisa membuat basket di Kota Cilegon ini lebih unggul dan lebih berkualitas,” kata Rizki.
Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kualitas atlet. Kompetisi yang selama ini telah berjalan di Kota Cilegon akan terus didorong agar dapat berlangsung secara berkelanjutan dan dikembangkan dengan skala yang lebih besar.
Dengan kompetisi yang rutin dan berkualitas, kata Rizki, klub dan atlet akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka.
“Kita akan coba bangun bagaimana kompetisi yang ada di Kota Cilegon ini bisa berkelanjutan dan kita scale up. Dengan begitu, pembinaan kepada klub dan atlet-atlet basket yang ada di Kota Cilegon bisa semakin meningkat,” ujarnya.
Selain memperkuat kompetisi, Rizki juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem basket yang sehat. Pelatih, wasit, perangkat pertandingan dan unsur pendukung lainnya harus dikembangkan secara bersama-sama.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan para pelaku olahraga, termasuk wasit, pelatih, perangkat pertandingan hingga jajaran pengurus Perbasi Kota Cilegon.
“Jajaran instrumen pertandingan, jajaran kepelatihan dan sebagainya akan kita coba integrasikan dengan ekosistem yang ada di Kota Cilegon. Terutama bagaimana meningkatkan kesejahteraan para wasit, pelatih, perangkat pertandingan, dan khususnya kepengurusan Perbasi Kota Cilegon,” katanya.
Rizki juga mendorong sinergi antara Perbasi Kota Cilegon dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon serta Dinas Pendidikan. Salah satu langkah yang ingin didorong adalah revitalisasi fasilitas lapangan basket di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini. Karena itu, fasilitas olahraga di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama perlu mendapat perhatian agar dapat mendukung proses pencarian dan pengembangan bibit-bibit atlet basket potensial di Kota Cilegon.
“Kalau perlu, kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, khusus untuk revitalisasi sekolah di tingkat SMP maupun SD. Bagaimana lapangan basket di sekolah bisa kita standarisasi, sehingga dari mulai perencanaan sampai pengawasannya dapat terintegrasi dengan Perbasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Perbasi Kota Cilegon juga akan mendorong penyelenggaraan berbagai event basket secara berkelanjutan. Tidak hanya kompetisi rutin, event dengan skala lebih besar juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, klub maupun pihak lain yang memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan kompetisi bola basket.
Rizki berharap semakin banyak event yang digelar, semakin terbuka pula kesempatan bagi atlet-atlet Cilegon untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Dari proses tersebut, ia optimistis akan muncul atlet potensial yang mampu bersaing lebih jauh hingga ke tingkat nasional.
Namun, Rizki menyadari target tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan kepengurusan Perbasi. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama dari seluruh unsur yang terlibat dalam ekosistem bola basket, mulai dari klub, atlet, pelatih, wasit, perangkat pertandingan hingga stakeholder terkait.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan kerja sama dengan para pengurus Perbasi, klub, pelatih, wasit, seluruh instrumen pertandingan, dan stakeholder terkait,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Perbasi Kota Cilegon periode sebelumnya, Muhammad Arion, menyampaikan evaluasi sekaligus permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya.
Arion berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun, terutama dalam menghidupkan kembali kompetisi dan memperkuat pembinaan atlet basket di Kota Cilegon.
Ia mengatakan, sejak awal kepemimpinannya bersama jajaran pengurus, sejumlah program telah disusun untuk membangun kembali ekosistem bola basket di Kota Cilegon. Salah satu fokus utama adalah memulihkan kegiatan kompetisi serta mendorong pembinaan atlet agar mampu berprestasi di berbagai ajang olahraga pelajar maupun multi-event.
“Alhamdulillah, program-program yang dulu saya rencanakan bersama teman-teman sudah berjalan dengan baik. Walaupun hasilnya, khususnya di POPDA 2026, masih belum maksimal,” ujar Arion.
Menurut Arion, sejumlah program pembinaan dan kompetisi telah terlaksana selama masa kepengurusannya. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan berikutnya.
Arion juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, klub-klub bola basket dan pihak-pihak yang selama ini telah ikut berkontribusi dalam membangun olahraga basket di Kota Cilegon.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus dan seluruh anggota klub yang sudah ikut membangun basket dalam periode kepemimpinan saya,” katanya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai Ketua Perbasi Kota Cilegon masih terdapat berbagai hal yang belum dapat dipenuhi sesuai harapan klub dan para pelaku basket.
“Saya mohon maaf apabila banyak kekurangan selama masa kepemimpinan saya. Saya sudah berusaha memaksimalkan semuanya, tetapi mungkin masih banyak hal yang kurang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arion berharap kepengurusan baru dapat meneruskan program yang telah berjalan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan kompetisi dan pembinaan atlet. Menurutnya, keberadaan kompetisi seperti Kejuaraan Kota (Kejurkot) menjadi bagian penting untuk memberikan ruang bagi atlet-atlet muda dalam mengembangkan kemampuan.
Arion juga menyampaikan terima kasih kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan bola basket.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Cilegon yang selalu memberikan support. Basket ini menjadi salah satu cabang olahraga yang selalu mendapat perhatian. Semoga ke depannya dukungan kepada basket bisa semakin baik,” tuturnya.
Arion menilai olahraga basket saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup diminati masyarakat. Ia berharap perkembangan tersebut dapat terus dijaga dan menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet di Kota Cilegon.
Pada kesempatan tersebut, Arion juga mengajak seluruh klub untuk memberikan dukungan kepada kepengurusan Perbasi Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Rizki Khairul Ikhwan atau yang akrab disapa Kiki.
“Harapan saya kepada seluruh klub, mohon mendukung ketua yang baru nanti. Kebetulan calon ketua kita adalah Pak Kiki atau Pak Rizky. Beliau juga anak basket dan memiliki niat serta cita-cita untuk membangun basket Kota Cilegon,” katanya. (HUMAS)




