KONI, CILEGON – Tim sepak bola Kota Cilegon berhasil mengakhiri perjuangannya di ajang POPDA XII Banten 2026 dengan meraih medali perunggu setelah menundukkan Kota Serang dengan skor 1-0 pada laga perebutan tempat ketiga di Stadion Geger Cilegon, Kelurahan Seruni, Kecamatan Cibeber, Selasa 16 Juni 2026.
Raihan medali perunggu tersebut menjadi pencapaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan peringkatan prestasi dibandingkan penyelenggaraan POPDA sebelumnya, saat Kota Cilegon belum berhasil meraih medali dari cabnab olahraga sepak bola.
Kepala Disporapar Kota Cilegon Sakri Jasiman, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para atlet. Menurutnya, medali perunggu merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih dan ofisial yang telah berjuang sepanjang turnamen.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil dari kerja keras anak-anak selama mengikuti pertandingan. Mereka telah berjuang dengan maksimal dan mampu membuktikan kemampuan hingga meraih medlai perunggu,” kata Sakri usai menyaksikan pertandingan.
Meski demikian, Sakri menegaskan capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet usia dini. Ia menilai persiapan menuju POPDA berikutnya harus dimulai sejak sekarang agar prestasi yang diraih Kota Cilegon dapat lebih baik pada 2028 nanti.
“Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Dua tahun ke depan harus dipersiapkan lebih baik lagi dengan pembinaan yang dilakukan sedini mungkin agar hasil yang diraih bisa lebih maksimal,” katanya.
Senada dikatakan Sekretaris PSSI Kota Cilegon, Edi Muhammad Abduh Alhamidi, ia menilai medali perunggu yang diraih tim sepak bola POPDA Kota Cilegon menjadi bukti adanya perkembangan dalam pembinaan sepakbola usia muda di Kota Baja.
“Alhamdulillah walaupun hanya meraih perunggu, tetap kami apresiasi perjuangan tim sepak bola POPDA Kota Cilegon. Ini merupakan peningkatan karena dua tahun sebelumnya kami tidak mendapatkan medali. Tentu ini mejadi tugas dan pekerjaan rumah bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan usia diri sebagai persiapan menghadapi POPDA berikutnya pada 2028,” kata Edi.
Menurut Edi, hasil yang diraih pada POPDA XII Banten akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk membangun tim yang lebih kuat pada masa mendatang. PSSI Kota Cilegon bersama jajaran pelatih dan ofisial akan melakukan pemetaan terhadap pemain-pemain potensial yang tampil salama turnamen.
“Alhamdulillah kerangka pelatih dan ofisial sudah terbentuk untuk persiapan berbagai angenda ke depan. Hasil dari POPDA ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyiapkan pemain-pemain potensial yang dapat diproyeksikan ke level berikutnya,” terangnya.
Ia menambahkan, sejumlah pemain yang tampil pada POPDA XII Banten 2026 memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan melalui pembinaan berjenjang. Para pemain tersebut diharapkan dapat menjadi tulang punggung sepak bola Kota Cilegon pada masa depan.
“Kami berharap pemain-pemain muda yang tampil saat ini dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung sepak bola Kota Cilegon di masa depan. Pembinaan usia dini harus terus diperkuat agar prestasi yang diraih bisa lebih baik lagi pada POPDA mendatang,” tambahnya. (HUMAS)




