KONI, CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil keikutsertaan kontingen Kota Cilegon pada POPDA XII Banten 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan kendala yang dihadapi atlet maupun cabang olahraga guna meningkatkan prestasi pada ajang mendatang.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan evaluasi tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan olahraga prestasi di Kota Cilegon.
“Dalam waktu dekat kami akan memanggil KONI dan Dispora untuk mengevaluasi hasil capaian POPDA tahun ini. Kami ingin melihat apa yang menjadi kekurangan dan persoalan yang dihadapi sehingga pemerintah dapat melakukan intervensi secara tepat,” kata Robinsar saat menghadiri Wali Kota Cup Finswimming 2026 yang digelar POSSI Kota Cilegon di Olympic Pool ASA Sport Center, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Robinsar, salah satu persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan POPDA XII Banten 2026 berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga. Kebutuhan tersebut meliputi venue latihan maupun peralatan pendukung yang dibutuhkan atlet untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
“Temuan-temuan yang muncul di antaranya terkait sarana dan prasarana. Mungkin venue atau peralatan dasar untuk berkompetisi. Ke depan akan kami lihat apa yang menjadi kebutuhan sehingga Pemerintah Kota Cilegon dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal,” ujarnya.
Robinsar menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses pembinaan yang berjenjang, berkelanjutan, dan konsisten. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap seluruh cabang olahraga yang ada di Kota Cilegon.
Ia juga meminta KONI Kota Cilegon untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap cabang olahraga agar anggaran yang disalurkan benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet.
Selain itu, Robinsar berharap berbagai kejuaraan daerah yang diselenggarakan oleh cabang olahraga dapat terus digelar secara rutin sebagai sarana kompetisi bagi atlet. Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam pembentukan mental bertanding dan peningkatan kemampuan atlet selain program latihan yang dijalani sehari-hari.
“Olahraga tidak bisa dibangun dalam satu atau dua hari. Harus berjenjang, berkelanjutan, dan konsisten. Atlet juga membutuhkan kompetisi untuk mengasah mental dan kemampuan mereka,” katanya. (HUMAS)




