CILEGON, KONI – Ajang Mangkrew Fest 2026 Piala Wali Kota Cilegon yang digelar selama lima hari di Universitas Mangku Wiyata, mendapat apresiasi dari KONI Kota Cilegon serta cabang olahraga basket dan futsal. Kegiatan ini dinilai tidak hanya menghadirkan persaingan kopetitif, tetapi juga menanamkan nilai kekompakan tim sebagai modal utama menuju prestasi.
Kepala Disporapar Kota Cilegon Sakri Jasiman mengatakan, Mangkrew Fest menjadi sarana silaturahmi sekaligus pembinaan atlet muda dari berbagai sekolah di Provinsi Banten.
“Persaingan memang ketat, tetapi yang terpenting adalah terjalinya silaturahmi dan kekompakan di antara peserta. Ajang ini juga menjadi wadah untuk kemampuan bagi atlet basket dan futsal,” kata Sakri saat menutup Mangkrew Fest, Minggu 25 Januari 2026.I
a menegaskan bahwa cabang olahraga beregu enuntut kerja sama yang solid. Menurutnya, tanpa kekompakan dan sinergi tim, prestasi sulit diraih.
“Olahraga ini mengajarkan pentingnya kerja sama tim. Melalui kekompakan, atlet akan lebih siap berprestasi,” ujarnya.
Sakri juga menyampaikan bahwa pada Juni 2026, Pemkot Cilegon akan menjadi tuan rumah POPDA Banten 2026. Ia optimistis dari Mangkrew Fest akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Cilegon.
Apresiasi juga disampaikan Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim. Ia menilai penyelenggaraan Mangkrew Fest berjalan dengan baik dan memiliki nilai strategis bagi pembinaan olahraga daerah.
“Atas nama KONI Kota Cilegon, saya mengucapkan selamat kepada para pemenang. Kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan karena sangat membantu pembinaan atlet,” ujarnya.
Menurut Irfan, selain menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi, turnamen ini juga berperan dalam proses penjaringan atlet potensial untuk Kota Cilegon maupun Provinsi Banten.
“Kegiatan ini membantu cabang olahraga dalam pembibitan atlet, apalagi pesertanya juga berasal dari kabupaten dan kota lain,” terangnya.
Dari cabang basket, Ketua PERBASI Kota Cilegon Muhamad Arion menilai Mangkrew Fest sebagai momentum penting untuk memantau perkembangan atlet, terutama dalam persiapan POPDA Banten 2026 yang kini memperbandingkan nomor 3×3.
“Acara ini sangat bagus untuk pembinan basket. Kami bisa melihat langsung perkembangan atlet untuk persiapan POPDA,” ungkap Arion.
Sementara itu, dari cabang futsal, Bidang Kompetisi Futsal PSSI Kota Cilegon Aminudin menyebut kompetisi ini sebagai bagian dari pembinaan dan penjaringan atlet menuju Porprov Banten 2026.
“Pemain berkulaitas lahir dari kompetisi. Dari ajang ini kami harapkan muncul atlet-atlet potensial yang bisa disiapkan untuk Porprov Banten 2026,” katanya.
Ia menambahkan, kualitas futsal Cilegon masih kompetitif di tingkat Provinsi Banten, terlihat dari pertandingan final yang berlangsung seimbang.
“Bisa di lihat dari hasil pertandingan, atlet dari Cilegon bisa seimbang dengan atlet luar Cilegon. Ini positif,” terangnya. (HUMAS)




