KONI, CILEGON – Sejarah baru tercipta bagi dunia olahraga Kota Cilegon. Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Cilegon resmi terbentuk setelah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I yang berlangsung di Basecamp Cafe, Blok J, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Minggu (21/6/2026).
Dalam forum tersebut, Irfan Luthfi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FAJI Kota Cilegon. Terpilihnya Irfan sekaligus menandai lahirnya organisasi cabang olahraga arung jeram pertama di Kota Cilegon yang akan menjadi wadah pembinaan atlet serta pengembangan olahraga arung jeram di daerah.
Pembentukan FAJI Kota Cilegon merupakan tindak lanjut dari Surat Mandat Nomor 205/FAJI-BTN/VI/2026 yang diterbitkan Pengurus Provinsi FAJI Banten. Dalam surat tersebut, Ketua Umum Pengprov FAJI Banten Dr. H. Agus Rasyid, SH., MH memberikan mandat kepada Irfan Luthfi sebagai Ketua Pelaksana dan Muhammad Ferry Muchdiana sebagai Sekretaris untuk membentuk kepengurusan FAJI Kota Cilegon.
Usai terpilih, Irfan Luthfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Muscab yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin FAJI Kota Cilegon. Ini adalah amanah besar dan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun olahraga arung jeram agar semakin berkembang di Kota Cilegon,” ujar Irfan.
Menurutnya, terbentuknya FAJI Kota Cilegon bukan sekadar melengkapi daftar cabang olahraga yang ada di Kota Cilegon, melainkan menjadi langkah awal membangun prestasi melalui pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.
“Kami ingin FAJI Kota Cilegon hadir sebagai organisasi yang aktif melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Potensi olahraga arung jeram di Kota Cilegon cukup besar dan harus mulai kita kelola dengan baik sejak sekarang,” katanya.
Irfan mengungkapkan bahwa agenda terdekat yang menjadi fokus kepengurusan adalah mempersiapkan keikutsertaan cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Ajang tersebut akan menjadi debut perdana FAJI Kota Cilegon di level multi event olahraga terbesar di Provinsi Banten.
“Porprov Banten 2026 menjadi target awal kami. Karena itu, setelah Muscab ini kami akan segera menyusun kepengurusan dan program kerja, sekaligus mempersiapkan tim yang akan mewakili Kota Cilegon,” ungkapnya.
Untuk menghadapi Porprov, FAJI Kota Cilegon akan segera melakukan penjaringan atlet-atlet potensial yang berasal dari Kota Cilegon.
“Kami akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Kota Cilegon yang memiliki minat dan potensi di cabang olahraga arung jeram. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pendataan, seleksi, dan pembinaan atlet untuk dipersiapkan menghadapi Porprov Banten 2026,” jelas Irfan.
Ia menambahkan, proses pencarian atlet akan melibatkan berbagai komunitas olahraga alam terbuka, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga arung jeram.
“Karena ini pertama kalinya FAJI berdiri di Kota Cilegon, tentu kami harus bekerja lebih keras dalam menemukan bibit-bibit atlet. Namun saya optimistis dengan dukungan KONI Kota Cilegon, Pengprov FAJI Banten, dan seluruh stakeholder olahraga, kita bisa membangun tim yang kompetitif,” ujarnya.
Irfan berharap keberadaan FAJI Kota Cilegon dapat menjadi wadah baru bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus memperkenalkan olahraga arung jeram kepada masyarakat luas.
“Ini adalah sejarah baru bagi olahraga Kota Cilegon. Kami ingin menjadikan FAJI sebagai organisasi yang profesional, mampu mencetak atlet berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Cilegon di masa mendatang,” pungkasnya. (HUMAS)




